Apa perbedaan utama antara orang yang memiliki kepercayaan untuk sukses dan yang tidak? Apakah mereka hidup dalam dunia yang berbeda. Sangat yakin kesuksesan bakal diraih jika mereka tinggal di lingkungan dengan orang-orang yang mendukung meraih kesuksesan itu, dan kurang yakin bias meraih kesuksesan jika tinggal di lingkungan yang sebaliknya? Tentu saja tidak. Perbedaannya bukan terletak pada dunia itu sendiri. Perbedaannya adalah bagaimana mereka memandang dunia. Keyakinan membentuk sebuah realitas di luar dunia yang mengelilingi mereka, sebuah realitas dimana kesuksesan bisa diraih karena mereka member perhatian pada mereka yang berhasil dan menyelidiki jalur-jalur kkesuksesan mereka. Sedangkan mereka yang tidak percaya diri akan memberi perhatian pada mereka yang gagal dan meyelidiki hambatan yang menghalangi kesuksesan mereka.
Ini seperti dua orang yang berjalan saling berseberangan di jalanan kota yang macet, seorang melihat ke atas dan seorang lagi melihat ke bawah. Realitas kotanya sama, tetapi pandangannya sangat berbeda.
Perdana Menteri Winston Churchill yang memimpin Inggris Raya pada saat terjadi Perang Dunia II, diakui banyak pakar sebagai contoh terbaik orang yang memimpin kehidupan yang sempurna dan orang yang bisa memfungsikan semua kemampuannya. Churchill tidak cuma memimpin permerintahan, tetapi juga mencurahkan hidupnya untuk belajar, melukis, menulis, dan membesarkan keluarga. Bagaimanapun juga, satu tahun setelah perjanjian ditandatangani untuk mengakhiri semua peperangan , Winston Churchill harus melepaskan jabatannya. Ia merasa terkejut dan merasakan kegagalan. Dengan tidak ada standart yang masuk akal, dia dianggap bukan orang yang sukses. Tetapi pada saat yang bersamaan, dengan hanya satu standart, ia bisa menganggap dirinya sukses. Jika Churchill tidak melihat dirinya memiliki kesuksesan, maka tidak akan ada pemenuhan yang bisa membuat dirinya sukses.
Penelitian terhadap pria kelas menengah dengan latar belakang yang sama menunjukkan bahwa mereka memiliki pandangan divergen tentang kesulitan mencapai kesuksesan secara ekonomis. Meskipun faktanya, mereka mengalami tantangan sosial dan ekonomi yang sama, sebagian memandang sunia dengan sikap yang tidak bersahabat, sedangkan sebagian yang lain memandangnya sebagai peluang yang besar. Semakin mereka optimis dalam memandang lingkungan sekitar mereka, semakin besar kepuasan dalam pekerjaan dan kepercayaan mereka terhadap kesuksesan di masa depan.
Klik disini: www.bantukaum.blogspot.com
www.sukses101.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar